Senin, 25 Juli 2016

Dilema Hijab...


Nunggu ada hidayah pake hijab ?.  Pake hijab kok nunggu hidayah si ?! Hidayah itu tidak datang dengan sendirinya melainkan dicari. sudahkah kita menjemput hidayah itu ?? Atau nunggu waktu yang tepat. Sebenarnya asalkan kita punya kemantapan hati dan kemauan yang besar, kita tidak perlu untuk menunggu hidayah dari Allah datang. karena semua itu kembali pada diri kita.

Ada yang bilang “Dibenerin dulu deh, ahlaknya sebelum pake hijab”. Jadikan Berhijab adalah langkah awal menuju ketaatan. setelah berhijab semua perbuatan baik dan ahlak mulia, hati akan sendirinya tergerak untuk selalu memperbaiki diri dan ibadah. Asalkan ada kemauan untuk istiqomah dalam kebaikan dan memperbaiki segala kesalahan yang lalu. Memperbaiki diri memang penting, namun tidak ada salahnya dari luar kita benahi diri untuk behijab. Menjaga pandangan kaum adam untuk tidak melihat aurat kita. semua akan terbiasa jika sudah dicoba. Sekarang gak ada alasan lagi dong untuk menunda memakai hijab.?
Memakai hijab bagi perempuan yang sudah balig, hukumnya wajib. Dalam quran surah al azhab ayat 59 yang artinya; “katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Islam sangat menjaga kemuliaan wanita, seperti  permata yang tempatnya jauh tersembunyi didalam tanah yang berlapis-lapis. begitu  juga mutiara yang letaknya jauh didasar samudera yang tertutup dan terselimuti daging lembut kemudian terlindungi oleh cangkang yang indah. Emaspun letaknya jauh didalam tambang tertutup oleh berlapis-lapis bebatuan. Namun mereka tetap mahal, bernilai dan tentunya tidak sembarang orang yang memilikinya, begitu pun wanita. Ia yang menutup auratnya karena Allah, dengan melindungi kecantikannya agar tak menarik sembarang mata memandang.
Lantas hijab yang seperti apa dalam islam ? mengikuti style boleh saja kok, asalkan memenuhi syarat. yaitu yang terutama tidak menimbulkan syahwat. Bagaimana caranya ?! Tidak berpakaian ketat atau membentuk lekuk tubuh, sebaiknya longar dan tebal. Tidak menyerupai suatu kaum atau dengan lambang-lambang dari suatu kaum. Khimar menutupi dada, kepala dan lengan. Tidak transparan atau tipis. Memakai perhiasan tidak berlebihan atau tidak tabaruj, seharusnya adalah sederhana dan tidak ada punuk unta. Perhiasan yang paling baik adalah bertakwa kepada Allah, dalam quran surah al a’raaf ayat 26 yang artinya “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.
Dan yang paling penting adalah niat yang tulus karena Allah dan mencari ridha Allah. Bukan agar mendapat decak kagum. Yaa ukhti lantas apa yang menjadi dilema bagimu untuk menjadi ikhwan yang baik ?. Jikalau tidak sekarang lalu kapan lagi, sesengguhnya umur manusia tidak ada yang mengerti.


Tidak ada komentar :