Sabtu, 10 September 2016

Teori Komunikasi


1.    Teori adalah upaya membangun dugaan-dugaan logis dan rasional atas peristiwa.  Menurut Richard West dan Lynn H.Turner, teori adalah sebuah  sistem konsep abstrak yang mengidentifikasi adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut,  yang  membantu kita memahami sebuah fenomena. Maksudnya jika kita maumemahami seusuatu dengan adanya  teori  dapat memperjelas dan juga konsep diperoleh melalui pengamatan yang sistematis.
2.    Syarat  kewenangan ilmiah sebuah ilmu
a.    Memiliki sejarah  yangjelas.
b.    Adaa tokoh-tokoh ahliyang dikenal dengan tekun mengembangkannya.
c.    Ada masyarakat  akademis yang mempelajari dan mengembangkannya.
d.   Diakuilembaga tentangbeberapadisiplin ilmu.
e.    Ada penelitian yang  intens dan mengembangkan teori-teori  dan metode suatu ilmu.
3.    Teori  sifat & Tradisi Sosiopsikologi
Sifat  adalah sebuah kualitas  atas karakteristik pembeda, ini merupakan cara berfikir merasakan dan bertingkah laku yang konsisten terhadap situasi.  Perilaku ditentukan oleh sebuah gabungan dari faktor sifat dan situasi. Menurut   Digman  ada lima model faktor-sifat yaitu;
a.    Neuroticism atau kecenderungan  untuk merasakan emosi negatif dan  kesedihan.
b.    Extraversion  atau kecenderungan untuk menikmati berada dalam kelompok, menjadi tegas, dan berfikir optimis.
c.    Openness atau kecenderungan untuk menjadi reflektif, memiliki imajinasi, memperhatikan perasaan  dari  dalam  hati dan menjadi pemikir mandiri.
d.   Agreebleness atau kecenderungan untuk menyukai dan menjadi simpatik kepada  orang lain,  ingin membantu  orang lain,serta untuk  menghindari  permusuhan.
e.    Conscientiousness atau kecenderungan menjadi  pribadi yang disiplin,  melawan gerak hati nurani, menjadi teratur dan memahami penyelesaian tugas.
Pengaruh tradisi sosiopsikologi yaitu bagaimana cara seseorang berfikir  tentang  pelaku  komunikasi sebagai  individu. Pada penelitian psikologi merupakan penelitian tentang perilaku manusia. Tradisi  sosiopsikologi adalah untuk memahami bagaimana dan   mengapa mengapa setiap individu manusia berperilaku seperti yang  mereka perbuat.
Tradisi  sosiopsikologi memperhatikan pad persuasi dan perubahansikap, pemprosesan pesan, bagaimanindividu merencanakan strategi pesan,  bagaimana penerima pesan memproses  informasi pesan dan  efek pesan  pada individu. Tradisi  sosiopsikologi adalah teori sifat yang mengidentifikasi variabel pribadi serta kecenderungan pelakukomuniasi     yang mempengaruhi bagaimana individu bertindak dan berinteraksi. Tradisi  sosiopsikologi berorientasi sisi   kognitif yaitu memberikan  pemahaman  bagaimana  manusia  memproses  informasi.  Input  (informasi)  adalah  bagian  dari perhatian khusus.   Output (rencana dan perilaku), bagian dari sistem kognitif.  Berikut adalah   pemikiran dari Tradisi  sosiopsikologi:
a.       Perilaku adalah bagaimanamanusia berperilaku dalam situasi berkomunikasi seperti sifat pribadi, perbedaaan situasi dan pembelajaran.
b.      Kognitif adalah berpusat pada bentuk pemikiran, atau magaimana individu memperoleh, menyimpan  dan memproses  informasi  dalam cara mengarahkan output perilaku.
c.       Biologis  adalah efek-efek fungsi  dan  struktur otak, neurochemistry dan faktor genetik dalam menjelaskan manusia.
4.    Teori pemikiran kelompok dan tradisi kritik
Pemikiran kelompok  adalah  sebuah hasil  langsung terhadap kepaduan kelompok yang dilihat sebuah variabel penting dalam keefektifan kelompok, oleh Kurt Lewin 1930. Jenis menentukan dalam penelitiannya bahwa pemikiran kelompok dapat menghasilkan sesuatu  yang negatif:
a.    Kelompok membatasi diskusi hanya untuk beberapa alternatif tanpa mempertimbangkan kemungkinan  kreatif.
b.    Posisi  awal  diberikan oleh sebagian besar anggota tidak pernah dikaji  kembali  untukmencari  hal  yang  tidak dapat diduga.
c.    Kelompok gagal  untuk menguji kembali semua alternatif  yang  bukan dari mayoritas.
d.   Pendapat para  ahli tidak dicari.
e.    Kelompok sangat selektif dalam mengumpulakan dan menghadirkan informasi yang ada.
f.     Kelompok begitu percaya diri dengan idenya yang tidak mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan dari rencana.
Tradisi kritik terdaapat  3 keistimewaan yaitu  :
a.    Mencoba memahami sistem yang sudah dianggap benar, struktur kekuatan dan keyakinan  atau ideologi yangmendominasi masyarakat dengan pandangan tertentu dimana  minat  disajikan oleh struktur kekuatan tersebut.
b.    Pada umumnya tertarik dengan membuka kondisi sosial    yang menindas dan rangkaian kekuatan untuk mempromosikan emansipasi atau  masyarakat yang lebih bebas dan berkecukupan.
c.    Menciptakan kesadaran untuk menggabungkan  teori dan  tindakan.
5.    Teori pengelolaan identitas dan tradisi sosiokultural
Teori pengelolaan identitas yang dikembangkan oleh  Tadasu Todd  Imahori dan  William R.Cupach menunjukan bagaimana  identitas terbentuk, terjaga dan berubah dalam hubungan.  Teori ini  membantu untuk melihat bagaimana hubungan  dapat   memperoleh  identitasnya melalui komunikasi. Teori ini menjelaskan tentang  hubungan dimana perbedaan budaya sangat  penting dan jelas. Imahori  dan  Cupach ada 3 tahap hubungan yaitu sebagai berikut:
a.    Tahap percobaan (trial), menelusuri  perbedaan budaya dan identitas budaya dalam suatu hubungan.
b.    Tahap kecocokan (emmeshment), sebuah identitas hubungan tertentu dengan bentuk fitur-fitur budaya secara umum, akan muncul.
c.    Tahap  negosiasi ulang (renegotation), dengan sejarah maka suatu hubungan belajar dan saling  mengerti.
Tradisi  sosiokultural yaitu pemahamanterhadap makna,norma,peran,dan  peraturan  yang  dijalankan  secara interaktif  dalam komunikasi. Identitas menjadi  dorongan bagi diri sebgai  individu dalam   peranan  sosial, sebagai anggota  komunitas  dan sebagai mahluk  berbudaya.  Ada beberapa yang dipengaruhi oleh  tradisi sosiokultural yaitu:
a.    Pemahaman konstruktivisme sosial, yaitu bagaimana pengetahuan manusia dibentuk melalui interaksi sosial. Seperti nama, membahas dan mendekati dunia.
b.    Interaksi simbolis yaitu pentingnya observasi partisipan dalam kajian komunikasi  sebagai  cara dalam mengeksplorasi hubungan sosial. Seperti emosi, diri, politik,struktur  sosial.
c.    Sosiolinguistik atau kajian  bahasa dan budaya,manusia mengguanakan  bahasa dengan cara berbeda  dan kelompok sosisal yang berbeda. Seperti bertanya,memerintah,berjanji, menetapkan,danlain sebgainya.
d.   Etnografi atau observasi yaitu bagaimana kelompoksosial membangun makna malalui  perilaku linguistik dan nonlinguistik,seperti makna bagi keragaman perilaku, visual dan respond audio.
e.    Etnometodologi atau  observasi yang cermat  akanperilaku kecil dalam situasi nyata. Bagaimana kita mengelola  atau menghubungkan  perilaku  dalaminteraksi sosial pada waktu tertentu,seperti  percakapan,  cara-cara  partisipasi.
6.    Uses and gratification theory  dan  Tradisi Sosiopsikologi
Uses and gratification   theori  atau penggunaandan  kepuasan ,berfokus pada konsumen, anggota, audiens dari pada pesannya dan menelusuriperilaku komunikasinya dalam arti pengalaman langsungnya dengan media. Audiens bertanggung  jawab dalammemilih media  intikmemenuhi  kebutuhan mereka sendiri.
Teori ini menerapkan teori nilai dugaan, kepuasan yang dicari dari media  ditentukan oleh sikap seseorang terhadap media, keyakinan tentang media   tertentu apayang dapat memuaskan dan  penilaian tentang material.  Tingkatan mencari kepuasan dalam semua segmen media (sebuah program, tipe program, jenis isi tertentu atau keseluruhan  media)
Ketika  seseorang memperoleh pengalaman dengan sebuah program, genre  atau media,  kepuasan yang akan didapatkan selanjutnya  akan memengaruhi keyakinan juga menguatkan pola pengguna.
Pengaruh tradisi sosiopsikologi yaitu bagaimana cara seseorang berfikir  tentang  pelaku  komunikasi sebagai  individu. Pada penelitian psikologi merupakan penelitian tentang perilaku manusia. Tradisi  sosiopsikologi adalah untuk memahami bagaimana dan   mengapa mengapa setiap individu manusia berperilaku seperti yang  mereka perbuat.
Tradisi  sosiopsikologi memperhatikan pad persuasi dan perubahansikap, pemprosesan pesan, bagaimanindividu merencanakan strategi pesan,  bagaimana penerima pesan memproses  informasi pesan dan  efek pesan  pada individu. Tradisi  sosiopsikologi adalah teori sifat yang mengidentifikasi variabel pribadi serta kecenderungan pelakukomuniasi     yang mempengaruhi bagaimana individu bertindak dan berinteraksi. Tradisi  sosiopsikologi berorientasi sisi   kognitif yaitu memberikan  pemahaman  bagaimana  manusia  memproses  informasi.  Input  (informasi)  adalah  bagian  dari perhatian khusus.   Output (rencana dan perilaku), bagian dari sistem kognitif.  Berikut adalah   pemikiran dari Tradisi  sosiopsikologi:
d.      Perilaku adalah bagaimanamanusia berperilaku dalam situasi berkomunikasi seperti sifat pribadi, perbedaaan situasi dan pembelajaran.
e.       Kognitif adalah berpusat pada bentuk pemikiran, atau magaimana individu memperoleh, menyimpan  dan memproses  informasi  dalam cara mengarahkan output perilaku.
Biologis  adalah efek-efek fungsi  dan  struktur otak, neurochemistry dan faktor genetik dalam menjelaskan manusia.

Tidak ada komentar :