I.
PENDAHULUAN
Pada saat ini keberhasilan persaingan bisnis modern semakin banyak
tergantung pada manajemen informasi untuk memahami situasi bisnis perusahaan,
menguasai proses setiap pekerjaan dan semua jenis data, membuat pengaturan yang
tepat, menambah pendapatan dan mengurangi pengeluaran, bagi perusahaan agar
mendapatkan keuntungan lebih.
Agar manajer memperoleh keuntungan dan berhasil dalam persaingan bisnis,
maka diperlukan otomatisasi perkantoran, sistem pakar dan sistem pengolahan
data. Otomatisasi dimulai di pabrik dan menyebar ke kantor dalam bentuk
otomatisasi kantor. Sedangkan sistem pakar mulai dikembangkan oleh para pakar
komputer kecerdasan buatan, para pakar di bidang tertentu, para pakar bahasa
dan para psikolog yang berhubungan dengan pemecahan masalah tentang daya pikir
manusia.
Sistem yang melakukan tugas pengolahan data adalah sistem pengolahan data.
Dalam pandangan kita, sistem pengolahan data adalah sama dengan sistem
akuntansi. Pandangan ini didasarkan pada kenyataan bahwa pada mulanya
computer hanya diterapkan untuk tugas akuntansi dan, penggunaanya disebut
pengolahan data elektronik atau EDP.
II.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa yang dimaksud
otomatisasi perkantoran ?
2. Apa pengertian sistem pakar ?
3. Bagaimana kinerja sistem pengelola data ?
III.
PEMBAHASAN
A.
Otomatisasi
Perkantoran
Otomatisasi
perkantoran merupakan penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi
formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi dengan orang-orang
didalam dan diluar perusahaan untuk meningkatkan perusahaan. Secara teknis,
otomatisasi perkantoran dapat berupa sebuah sistem yang digunakan untuk
membuat, menyimpan, mengambil, mengubah dan mengomunikasikan informasi yang
terjadi di perusahaan atau perkantoran.[1]
Kata
“Otomatisasi” ini sendiri memiliki pengertian penggunaan mesin untuk
menjalankan tugas fisik yang biasa dilakukan oleh manusia. Otomatisasi
perkantoran biasanya dikenal dengan istilah Office Automation (OAS).
Asal mula otomatisasi perkantoran di awal
1960-an, ketika IBM menciptakan istilah word-processing untuk menjelaskan
kegiatan devisi mesin TIK. Bukti nyata, pada tahun 1964-an, ketika IBM
memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/selectric Typewriter (MT/ST) yaitu
mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkan dalam pita
magnetic secara otomatis.
Seiring
berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), peranan sistem informasi
dalam suatu organisasi tidak diragukan lagi. Dukungan system informasi dapat
membuat sebuah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif. Sekarang ini
teknologi informasi melesat dengan cepat, keberadaan sistem informasi juga
berperan penting dalam sebuah perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain.
Pada dasarnya teknologi telah melewati batasan media. Jadi, dapat dikatakan bahwa segala bentuk informasi telah dapat dikomunikasikan dari satu tempat ketempat lain media apapun. Hanya saja beberapa diantaranya tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini. Dan itu merupakan tugas para pekerja di bidang informasi untuk mencari yang sesuai, layak dan tepat guna dari peralatan OAS dalam perusahaan atau organisasi. Beberapa OAS yang sering digunakan orang maupun perusahaan sebagai berikut:[2]
Pada dasarnya teknologi telah melewati batasan media. Jadi, dapat dikatakan bahwa segala bentuk informasi telah dapat dikomunikasikan dari satu tempat ketempat lain media apapun. Hanya saja beberapa diantaranya tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini. Dan itu merupakan tugas para pekerja di bidang informasi untuk mencari yang sesuai, layak dan tepat guna dari peralatan OAS dalam perusahaan atau organisasi. Beberapa OAS yang sering digunakan orang maupun perusahaan sebagai berikut:[2]
1.
Pengolahan Kata (Word Processing)
Penggunaan alat elektronik yang secara otomatis
melaksanakan banyak tugas-tugas yang diperlukan untuk menyiapkan dokumen yang
akan diketik atau dicetak. Pengolahan kata berkontribusi pada pemecahan masalah
dengan memungkinkan manajer menyiapkan komunikasi tertulis yang lebih efektif.
Contoh : Ms Word
2.
Surat Elektronik (Electronic Mail/E-mail)
Penggunaan jaringan komputer yang memungkinkan
para pemakai mengirim, meyimpan dan menerima pesan-pesan dengan menggunakan
terminal komputer dan alat penyimpanan. Surat elektronik dimaksudkan untuk
memecahkan berbagai masalah yang terdapat pada telepon konvensional
3.
Voice Mail
Voice mail persis sama dengan electronic mail.
Perbedaannya ketika akan hanya mengirimkan pesan dengan mengucapkan pesan
tersebut melalui telepon dan bukan mengetiknya dan menggunakan telepon untuk
memanggil pesan yang telah dikirimkan.
4.
Transmisi faximile (Fax)
Penggunaan peralatan khusus yang dapat membaca
tampilan dokumen pada ujung channel komunikasi dan membuat salinan atau copy di
ujung yang lain. Fax sangat mudah diimplementasikan dan dioperasikan (jalur
telepon sebagai channel, mengoperasikannya seperti mesin foto kopi.
5.
Konferensi Audio (Audio Conference)
Penggunaan peralatan komunikasi suara untuk
membuat hubungan audio diantara orang-orang yang tersebar secara geografis
untuk tujuan melakukan konferensi. Audio conferencing adalah aplikasi OA
pertama yang masih banyak digunakan. Hanya memerlukan penggunaan fasilitas
komunikasi audio dua arah. Daya tarik konfrensi audio:
a.
Biaya peralatan yang diperlukan terjangkau
b.
Orang-orang merasa santai berbicara di telepon
c.
Menghemat waktu persiapan
6.
Video
Conferencing
Video Conferencing melengkapi signal audio dan signal video.
Peralatan televise digunakan untuk mengirim dan menerima signal audio dan
video. Orang yang berada dalam suatu lokasi dapat melihat dan mendengar suara
orang yang berada di lokasi lain.
B. Sistem Pakar
Sifat utama sistem pakar adalah ketergantungan sistem ini pada
pengetahuan manusia yang pakar pada suatu bidang dalam menyusun strategi
pemecahan persoalan yang dihadapi oleh sistem. Sekalipun beberapa brogram
dibuat oleh seorang perancang yang juga merupakan sumber pengetahuan, kerjasama
antara pakar ini (seperti seorang dokter, ahli geologi, atau insimyur mesin)
dengan seorang ahli menghasilkan kecerdasan buatan yang lebih dapat
mengembangkan program tersebut. Seorang pakar yang kompeten didalam suatu bidang
tertentu dapat menyediakan pengetahuan yang dibutuhkan tentang suatu persoalan
yang dikuasainya.
Suatu program sistem pakar bernama MYCIN dikembangkan di
Universitas Stanford pada pertengahan tahun 1970-an. Program ini menggunakan
pengetahuan medis pakar untuk melakukan diagnosa dan membuat perlakuan
(treatment) untuk sepinal minginitis dan infeksi bakteri darah. Program MYCIN
ini merupakan program yang menangani persoalan pengambilan keputusan dengan
informasi yang tidak pasti atau tidak lengkap.
Eexpert system (ES) pada intinnya adalah menggunakan pengetahuan
dan prosedur yang teratur untuk memecahkan masalah. Untuk itu, ES dibagi
menjadi beberapa elemen, yaitu:
a.
Pengalaman
adalah pengembangan dari pengetahuan yang khusus, yang dapat dijadikan bahan (atau
data dalam istilah komputer). Pengalaman dapat termasuk fakta, teori prosedur,
aturan atau tata cara, strategi, dan lain sebagainya.
b.
Orang
Ahli yaitu, Pengalaman harus ada yang memiliki sesuatu yang dapat “diambil”.
Selain itu oarang ahli harus dapat melihat problem, memformulasikan problem,
membuat solusi, menjelaskan solusi, dan sebagainya.
c.
Transfer
pengalaman yaitu, Pengalaman yang ada harus dapat dikomunikasikan dan
dipindahkan. Tujuan utama ES adalah memindahkan pengalaman dari manusia
kekomputer lalu ke manusia lain. jadi, peralatan ini harus tersedia.
d.
Pemabuatan
alasan yaitu, Sebuah pengalaman harus dapat dibuat alasannya karena tata cara
ES yang ada pada saat ini masih berdasar pada pembuatan alasan. Bila kelak
ditemukan tata cara lain, mungkin elemen ini sudah tidak perlu lagi.
e.
Aturan
yaitu, Alasan yang dibuat oleh manusia ditransformasikan ke komputer dalam
bentuk aturan.
f.
kemampuan
menjelaskan yaitu, Dengan tambahan kemampuan untuk menjelaskan, maka pemakai
dapat menimbang
Mana solusi yang terbaik. Bahkan kadang kemampuan untuk menjelaskan
dan kemampuan untuk menimbang termasuk dalam sistem tersebut sehingga
seakan-akan pemakai tinggal”terima-jadi”.[3]
C. Sistem Pengolahan Data
Pengolahan data
adalah secara manual oleh perusahaan kecil, secara mekanik bagi perusahaan
ukuran sedang dan secara elektronik bagi perusaahaan besar.
Komponen sistem
pengolahan data ;
1.
Sumber
daya manusia yaitu, Jumlah dan jenis-jenis jabatan yang menangani seluruh
sistem pengolahan data dengan menggunakan alat-alat elektronika, hal tersebut
akan berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
2.
Perihal
prosedur kerja, atau prosedur kerja berperan pada saat peraturan permainan,
dalam kehidupan organisasional, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan
pengolahan data. Prosedur kerja menentukan antara lain; (a) tata cara
indentifikasi sumber data, (b) cara penyimpanan data, (c) pengoprasian dan
pemeliharaan perangkat keras, (d) pengendalian kualitas luaran, (e)
pendistribusian informasi, (f) cara perbaikan kesalahan, (g) tata cara
pemeliharaan keamanan data dan informasi.
3.
Infrastruktur
fisik, perkembangan teknologi informasi berdampak pula pada saran dan prasarana
fisik yang diperlukan.
Teknik memilih sistem pengolahan data
1)
Siapa
yang akan ditugaskan mempelajari kebutuhan informasi perusahaan.
2)
Siapa
yang akan melakukan studi kelayakan, apakah orang dalam atau tenaga spesialis
dari luar.
3)
Konfigurasi
perangkat keras.
4)
Jenis-jenis
perangkat lunak yang diperlukan.
5)
Siapa
yang akan memasang peraangkat tersebut.[4]
IV.
KESIMPULAN
Otomatisasi
perkantoran merupakan penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi
formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi dengan orang-orang
didalam dan diluar perusahaan untuk meningkatkan perusahaan. Sifat utama sistem pakar adalah ketergantungan sistem ini pada
pengetahuan manusia yang pakar pada suatu bidang dalam menyusun strategi
pemecahan persoalan yang dihadapi oleh sistem.
Pengolahan data
adalah secara manual oleh perusahaan kecil, secara mekanik bagi perusahaan
ukuran sedang dan secara elektronik bagi perusaahaan besar. Komponen sistem
penolahan data ada tiga yaitu: sumber daya manusia, prosedur kerja dan
infrastruktur.
DAFTAR PUSTAKA
Siagian, Sondang P. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta;
Bumi Aksara.
Sutabri,Tata. 2005. Sistem
Informasi Manajemen. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar