Rabu, 12 Oktober 2016

makalah sistem informasi islam

I.          PENDAHULUAN
Pada saat ini keberhasilan persaingan bisnis modern semakin banyak tergantung pada manajemen informasi untuk memahami situasi bisnis perusahaan, menguasai proses setiap pekerjaan dan semua jenis data, membuat pengaturan yang tepat, menambah pendapatan dan mengurangi pengeluaran, bagi perusahaan agar mendapatkan keuntungan lebih.
Agar manajer memperoleh keuntungan dan berhasil dalam persaingan bisnis, maka diperlukan otomatisasi perkantoran, sistem pakar dan sistem pengolahan data. Otomatisasi  dimulai di pabrik dan menyebar ke kantor dalam bentuk otomatisasi kantor. Sedangkan sistem pakar mulai dikembangkan oleh para pakar komputer kecerdasan buatan, para pakar di bidang tertentu, para pakar bahasa dan para psikolog yang berhubungan dengan pemecahan masalah tentang daya pikir manusia.
Sistem yang melakukan tugas pengolahan data adalah sistem pengolahan data. Dalam pandangan kita, sistem pengolahan data adalah sama dengan sistem akuntansi. Pandangan  ini didasarkan pada kenyataan bahwa pada mulanya computer hanya diterapkan untuk tugas akuntansi dan, penggunaanya disebut pengolahan data elektronik atau EDP.

II.          RUMUSAN MASALAH
1.    Apa yang dimaksud otomatisasi perkantoran ?
2.    Apa pengertian sistem pakar ?
3.    Bagaimana kinerja sistem pengelola data ?

III.          PEMBAHASAN
A.  Otomatisasi Perkantoran
Otomatisasi perkantoran merupakan penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi dengan orang-orang didalam dan diluar perusahaan untuk meningkatkan perusahaan. Secara teknis, otomatisasi perkantoran dapat berupa sebuah sistem yang digunakan untuk membuat, menyimpan, mengambil, mengubah dan mengomunikasikan informasi yang terjadi di perusahaan atau perkantoran.[1]
Kata “Otomatisasi” ini sendiri memiliki pengertian penggunaan mesin untuk menjalankan tugas fisik yang biasa dilakukan oleh manusia. Otomatisasi perkantoran biasanya dikenal dengan istilah Office Automation (OAS).
Asal mula otomatisasi perkantoran di awal 1960-an, ketika IBM menciptakan istilah word-processing untuk menjelaskan kegiatan devisi mesin TIK. Bukti nyata, pada tahun 1964-an, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/selectric Typewriter (MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkan dalam pita magnetic secara otomatis.
Seiring berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), peranan sistem informasi dalam suatu organisasi tidak diragukan lagi. Dukungan system informasi dapat membuat sebuah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif. Sekarang ini teknologi informasi melesat dengan cepat, keberadaan sistem informasi juga berperan penting dalam sebuah perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain.
   Pada dasarnya teknologi telah melewati batasan media. Jadi, dapat dikatakan bahwa segala bentuk informasi telah dapat dikomunikasikan dari satu tempat ketempat lain media apapun. Hanya saja beberapa diantaranya tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini. Dan itu merupakan tugas para pekerja di bidang informasi untuk mencari yang sesuai, layak dan tepat guna dari peralatan OAS dalam perusahaan atau organisasi. Beberapa OAS yang sering digunakan orang maupun perusahaan sebagai berikut:[2]
1.    Pengolahan Kata (Word Processing)
Penggunaan alat elektronik yang secara otomatis melaksanakan banyak tugas-tugas yang diperlukan untuk menyiapkan dokumen yang akan diketik atau dicetak. Pengolahan kata berkontribusi pada pemecahan masalah dengan memungkinkan manajer menyiapkan komunikasi tertulis yang lebih efektif. Contoh : Ms Word
2.    Surat Elektronik (Electronic Mail/E-mail)
Penggunaan jaringan komputer yang memungkinkan para pemakai mengirim, meyimpan dan menerima pesan-pesan dengan menggunakan terminal komputer dan alat penyimpanan. Surat elektronik dimaksudkan untuk memecahkan berbagai masalah yang terdapat pada telepon konvensional
3.    Voice Mail
Voice mail persis sama dengan electronic mail. Perbedaannya ketika akan  hanya mengirimkan pesan dengan mengucapkan pesan tersebut melalui telepon dan bukan mengetiknya dan menggunakan telepon untuk memanggil pesan yang telah dikirimkan.
4.    Transmisi faximile (Fax)
Penggunaan peralatan khusus yang dapat membaca tampilan dokumen pada ujung channel komunikasi dan membuat salinan atau copy di ujung yang lain. Fax sangat mudah diimplementasikan dan dioperasikan (jalur telepon sebagai channel, mengoperasikannya seperti mesin foto kopi.
5.    Konferensi Audio (Audio Conference)
Penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat hubungan audio diantara orang-orang yang tersebar secara geografis untuk tujuan melakukan konferensi. Audio conferencing adalah aplikasi OA pertama yang masih banyak digunakan. Hanya memerlukan penggunaan fasilitas komunikasi audio dua arah. Daya tarik konfrensi audio:
a.    Biaya peralatan yang diperlukan terjangkau
b.    Orang-orang merasa santai berbicara di telepon
c.    Menghemat waktu persiapan
6.    Video Conferencing 
Video Conferencing melengkapi signal audio dan signal video. Peralatan televise digunakan untuk mengirim dan menerima signal audio dan video. Orang yang berada dalam suatu lokasi dapat melihat dan mendengar suara orang yang berada di lokasi lain.

B.  Sistem Pakar
Sifat utama sistem pakar adalah ketergantungan sistem ini pada pengetahuan manusia yang pakar pada suatu bidang dalam menyusun strategi pemecahan persoalan yang dihadapi oleh sistem. Sekalipun beberapa brogram dibuat oleh seorang perancang yang juga merupakan sumber pengetahuan, kerjasama antara pakar ini (seperti seorang dokter, ahli geologi, atau insimyur mesin) dengan seorang ahli menghasilkan kecerdasan buatan yang lebih dapat mengembangkan program tersebut. Seorang pakar yang kompeten didalam suatu bidang tertentu dapat menyediakan pengetahuan yang dibutuhkan tentang suatu persoalan yang dikuasainya.
Suatu program sistem pakar bernama MYCIN dikembangkan di Universitas Stanford pada pertengahan tahun 1970-an. Program ini menggunakan pengetahuan medis pakar untuk melakukan diagnosa dan membuat perlakuan (treatment) untuk sepinal minginitis dan infeksi bakteri darah. Program MYCIN ini merupakan program yang menangani persoalan pengambilan keputusan dengan informasi yang tidak pasti atau tidak lengkap.
Eexpert system (ES) pada intinnya adalah menggunakan pengetahuan dan prosedur yang teratur untuk memecahkan masalah. Untuk itu, ES dibagi menjadi beberapa elemen, yaitu:
a.    Pengalaman adalah pengembangan dari pengetahuan yang khusus, yang dapat dijadikan bahan (atau data dalam istilah komputer). Pengalaman dapat termasuk fakta, teori prosedur, aturan atau tata cara, strategi, dan lain sebagainya.
b.    Orang Ahli yaitu, Pengalaman harus ada yang memiliki sesuatu yang dapat “diambil”. Selain itu oarang ahli harus dapat melihat problem, memformulasikan problem, membuat solusi, menjelaskan solusi, dan sebagainya.
c.    Transfer pengalaman yaitu, Pengalaman yang ada harus dapat dikomunikasikan dan dipindahkan. Tujuan utama ES adalah memindahkan pengalaman dari manusia kekomputer lalu ke manusia lain. jadi, peralatan ini harus tersedia.
d.   Pemabuatan alasan yaitu, Sebuah pengalaman harus dapat dibuat alasannya karena tata cara ES yang ada pada saat ini masih berdasar pada pembuatan alasan. Bila kelak ditemukan tata cara lain, mungkin elemen ini sudah tidak perlu lagi.
e.    Aturan yaitu, Alasan yang dibuat oleh manusia ditransformasikan ke komputer dalam bentuk aturan.
f.     kemampuan menjelaskan yaitu, Dengan tambahan kemampuan untuk menjelaskan, maka pemakai dapat menimbang
Mana solusi yang terbaik. Bahkan kadang kemampuan untuk menjelaskan dan kemampuan untuk menimbang termasuk dalam sistem tersebut sehingga seakan-akan pemakai tinggal”terima-jadi”.[3]

C.  Sistem Pengolahan Data
Pengolahan data adalah secara manual oleh perusahaan kecil, secara mekanik bagi perusahaan ukuran sedang dan secara elektronik bagi perusaahaan besar.
Komponen sistem pengolahan data ;
1.    Sumber daya manusia yaitu, Jumlah dan jenis-jenis jabatan yang menangani seluruh sistem pengolahan data dengan menggunakan alat-alat elektronika, hal tersebut akan berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
2.    Perihal prosedur kerja, atau prosedur kerja berperan pada saat peraturan permainan, dalam kehidupan organisasional, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan pengolahan data. Prosedur kerja menentukan antara lain; (a) tata cara indentifikasi sumber data, (b) cara penyimpanan data, (c) pengoprasian dan pemeliharaan perangkat keras, (d) pengendalian kualitas luaran, (e) pendistribusian informasi, (f) cara perbaikan kesalahan, (g) tata cara pemeliharaan keamanan data dan informasi.
3.    Infrastruktur fisik, perkembangan teknologi informasi berdampak pula pada saran dan prasarana fisik yang diperlukan.
Teknik memilih sistem pengolahan data
1)   Siapa yang akan ditugaskan mempelajari kebutuhan informasi perusahaan.
2)   Siapa yang akan melakukan studi kelayakan, apakah orang dalam atau tenaga spesialis dari luar.
3)   Konfigurasi perangkat keras.
4)   Jenis-jenis perangkat lunak yang diperlukan.
5)   Siapa yang akan memasang peraangkat tersebut.[4]

IV.          KESIMPULAN
Otomatisasi perkantoran merupakan penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi dengan orang-orang didalam dan diluar perusahaan untuk meningkatkan perusahaan. Sifat utama sistem pakar adalah ketergantungan sistem ini pada pengetahuan manusia yang pakar pada suatu bidang dalam menyusun strategi pemecahan persoalan yang dihadapi oleh sistem.
Pengolahan data adalah secara manual oleh perusahaan kecil, secara mekanik bagi perusahaan ukuran sedang dan secara elektronik bagi perusaahaan besar. Komponen sistem penolahan data ada tiga yaitu: sumber daya manusia, prosedur kerja dan infrastruktur.



DAFTAR PUSTAKA

Siagian, Sondang P. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta; Bumi Aksara.
Sutabri,Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: C.V Andi Offset.




[1] Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen, (Yogyakarta: C.V Andi Offset, 2005), hlm 193.
[2] Tata Sutabri, ibid, hlm 194-196
[3] Tata Sutabri, sistem informasi manajemen, Yogyakarta:Andi, 2005, hal234-136
[4] Sondang p.Siagian, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta; Bumi Aksara, 2005), hlm 101

Tidak ada komentar :