Pengembangan
Ilmu Dakwah
Islam
memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk mempergunakan akalnya yang murni,
guna berfikir dan mencari kebenaran sejati. Berfikir adalah kegiatan mental
yang yang menghasilkan pengetahuan. Metode ilmiah yang menggabungkan berfikir
deduktif merupakan expresi mengenai cara kerja fikiran sehingga mempunyai sifat
rasional dan teruji. Dan teori ilmu merupakan wacana yang sangat penting,
terutama pada masa sekarang ini, yang banyak didominasi oleh pandangan ilmiah
modern (barat) yang telah begitu dalam merasuki pola pikir keilmuan kita.
Agama
islam melarang kaumnya mengikuti dugaan dan asumsi belaka, dengan mengabaikan
fungsi alat-alat indra yang telah dianuhgerakan Allah swt kepadanya, yang dapat
kita gunakan untuk memperoleh dan menghasilkan pengetahuan yaitu penglihatan,
pendengaran, dan hati nurani. Hal tersebut umengikuti
apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”.
Dari ayat diatas dapat kita pahami
bahwa tidak semestinya kita menyia-nyiakan apa yang ada pada diri kita. Dan
dengan belajar atau mengasa otak berarti menggalih potensi diri demi
mendapatkan ilmu pengetahuan yang sekiranya bermanfaat bagi umat ataupun diri
sendiri. Berikut adalah pemaparan dari
pengembangan ilmu dakwah:
A.
Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan merupakan informasi
atau ilmu yang telah didapat melalui proses pemahaman, pembelajaran dan
pengalaman yang terakumulasi sehingga bisa diaplikasikan untuk memecahkan suatu
masalah tertentu. Pengetahuan juga bisa diartikan sebagai gejala yang ditemui
melalui pengamatan lingkungan membaca maupun pengaalaman. Pada hakikatnya pengetahuan merupakan segenap
apa yang kita ketahui tentang suatu
objek tertentu termasuk didalamnya adalah ilmu. Pengetahuan dapat diperoleh
menjadi dua macam yaitu :
1. Pengetahuan
yang diperoleh melalui persetujuan. Hal tersebut biasanya mempercayai apa yang
dikatakan orang lain karena kita tidak dapat belajar dari segala sesuatu melalui
pengalaman kita sendiri.
2. Dan
pengetahuan yang diperoleh melalui pengalman langsung atau obervarsi.
Kesahihan pengetahuan banyak
bergantung pada sumbernya. Dan berikut adalah dua sumber dari pengetahuan yang
diperoleh melalui argument tradisi atau autoritas. Sumber dari tradisi adalah
pengetahuan yang diperoleh melalui pewarisan atau transmisi dari generasi ke
generasi (al-tawatur). Dalam
pengertian tradisi disini adalah informasi kumulatif dan dapat diwariskan atau
ditranmisikan sehingga memungkinkan berkembangnya ilmu. Dan inilah makna idiom
yang menyatakan bahwa “kita berdiri di atas bahu para raksasa” (we are standing on the soulder’s of the
giants).[1]
Yakni generasi para ilmuan ynga mendahului. Sumber pengetahuan yang kedua
autoritas (authority), yaitu
pengetahuan yang dihasilkan melalui penemuan-penemuan baru oleh mereka yang
mempunyai wewenang dan keahlian di bidangnya.
Cara menyusun pengetahuan dalam
kajian filsafat disebut epistemologi dan
landasannya mengenai; apa, bagaimana, dan untuk apa pengetahuan itu disusun. Tujuan
dari penyusunan pengetahuan tersebuat ialah untuk menjawab persoalan masalah
kehidupan yang dihadapi manusia.
Pengetahuan menurut Machlup dapat
digolongkan dalam lima kelas utama yaitu
:
a.
Pengetahuan
praktis, yaitu pengetahuan yang berguna untuk mengambil keputusan dan melakukan
tindakan.
b.
Pengetetahan
intelektual, yaitu pengetahuan yang dapat memuaskan “keingintahuan” (curiostity) intelektual.
c.
Pengetahuan
ringan atau hiburan, yang dapat memuaskan keingintahuan non-intelektual atau
untuk memenuhi kepuasan sejenak dan stimulasi emosional, seperti berita tentang
kejahatan, kecelakaan, lawakan, dan sebagainya.
d.
Pengetahuan
spiritual, yakni pengetahuan yang dihubungkan dengan pengetahuan keagamaan
tentang tuhan dan cara-cara untuk keselamatan jiwa.
e.
Pengetahuan yang
tidak diinginkan, yakni pengetahuan yang tidak diminati, tetapi tiba-tiba
diketahui tanpa disengaja.
B.
Pengertian Ilmu pengetahuan
Berbeda
dengan pengetahuan, ilmu dalam arti science,
menawarkan dua bentuk pendekatan terhadap kenyataan (reality), baik agreed reality
maupun experienced reality, melalui
penalaran personal, yaitu pendekatan khusus untuk kenyataan itu. Ilmu dapat
mendekatan secara khusus dengan metodologi, yaitu ilmu untuk mengetahui, yaitu
pengetahuan yang sistematik. Dan pengertian ilmu pengetahuan merupakan definisi
tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa dimengerti
oleh manusia sebagai usaha untuk mengetahui dan mengingat tentang sesuatu.
Menurut DR.Moh. hatta, ilmu pengetahuan ialah pengetahuan atau pembelajaran
yang teratur tentang perkerjaan hukum umum, sebab akibat dalam suatu kelompok masalah yang sifatnya
sama, baik menurut kedudukanya, maupun
menurut hubunganya.
Ilmu merupakan bagian dari
pengetahuan, selain dari seni dan agama. Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya
menjawab jenis pertanyaan tertentu yng ditanyakan. Berikut ini adalah
jenis-jenis ilmu :
a.
ilmu tauhid
yaitu pengetahuan yang diberikan oleh tuhan kepada manusia dalam bentuk kitab
suci al-quran dan hadits yang disampaikan kepada manusia melalui perantara
rasul sebagai utusan ini firman allah
dalam QS Al-A’raaf ayat 52 yang artinya, “Dan
sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang
Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami menjadi petunjuk dan
rahmat bagi orang-orang yang beriman”.
Arti dari atas dasar pengetahuan
Kami, ialah tentang apa yang menjadi kemashlahatan bagi hamba-hamba Kami di
dunia dan akhirat.
b.
ilmu yang dicari
yaitu ilmu pengetahuan yang didapat oleh manusia sebagai hasil dari usaha
mencari suatu definisi alam semesta. Ilmu jenis ini dapat berubah sesuai dengan
riset penemuan manusia sebagai mahluk yang dibekalia akal fikiran.
Jadi
ada dua jalan yang kita tempuh sebagai usaha dalam mencari ilmu pengetahuan.
Yang pertama ialah melihat buku panduan yang diberikan oleh tuhan (dalam islam
quran dan hadits). Dan yng kedua melakukan riset sendiri sebagai usaha mencari
dan mengumpulkan pengertian tentang alam serta peristiwa yang terjadi.
C.
Objek Ilmu Pengetahuan
Dalam objek ilmu pengetahuan ilmu dakwah telah dibagi menjadi dua yaitu
objek formal dan objek material. Objek formal yaitu bagaimana seseorang
memandang dan meninjau dari sudut pandang tetentu yang dilakukan oleh peneliti
terhadap objek materinya, serta prinsip-prinsip yang digunakannya. Objek formal
dari suatu ilmu tidak hanya memberi keuntukan suatu ilmu, tetapi pada saat yang
sama membedakanya dari bidang-bidang yang lain. Satu objek material dapat
ditinjau dari sebagian sudut pandangan sehingga menimbulkan ilmu yang
berbeda-beda.(mudhofir 2005)
Dari cara penyampaianya ajaran
agama islam dari seseorang atau masyarakat agar islam mewujudkan jalan hidup bagi manusia atau masyarakat,
sehinga hidup bahagia didunia dan diakhirat. Dalam proses
penyampaian atau ajakan manusia supaya masuk kejalan allah (sistem
islam) secara kaffah dalam segala aspek kehidupan guna mencari ridho allah.
Objek material adalah materi yang
dikaji objek matrial ilmu dakwahadalah keseluruhan ajaran islam sumbernya al
quran, hadis dan pendapat ulama. Dengan demikian ilmu dakwah adalah bagian dari
studi islam (islamologi). Semua aspek
ajaran islam yang terdapat dalam al quran dan hadis dan hasil ijtihad ulama dan
realisasinya dalm kehidupan .
Kajian dari objek formal dan material,
yang pertama yaitu mengajak dengan lisan dan tulisan yang kemudian dikenal
komunikasi dan penyiaran islam yang brsasaran massa. Kemudian bimbingan
penyuluhan islam yang bersasaran individual atau kelompok. Sedangkan yang kedua
adalah mengorganisir dan mengelolah kegiatan mengajak dan hasil dari ajakan
tersebut secara efisien dan efektif, disebut menejemen dakwah.dan selanjutnya
mengajak dengan tindakan nyata. Kemudian menjadi kegiatan dakwah dalam
pengembangan masyarakat islam dengan membiarkan contoh yang baik sebagaimana
yang diajarkan oleh nabi muhammad saw sehinga akan terbentuk sistem masyarakat
yang islami melalui aksi sosial, ekonomi dan lingkunahgan islam.
D.
Metode Ilmu Pengetahuan
Dalam metode ilmu pengetahun adalah
metode ilmiah yang biasa digunakan oleh ilmuan untuk meneliti atau memecahkan
suatu masalah yang diteliti. Sedangkan metode ilmiah adalah ekspresi cara
berkerja pikiran dan memiliki karakteristik atau ciri ciri tertentu yang dapat
dalam pengetahuan ilmiah. Etika ilmu pengetahuan berupa nilai dan kualitas yang
dijadikan dasar, standar benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab nampak
dalam perkembangan ilmu pengetahuan kini hanya formalitas semata.
Di era globalisasi ini, bukan termasuk
langkah yang bijak jika perkembangan ilmu pengetahuan dibatasi, karena
sebenarnya ilmu pengetahuan yang membuat hidup kita lebih efektif dan efisien.
Kebebasan mengakses berbagai informasi
atau menggunakan ilmu pengetahuan bisa dirasakan oleh semua kalangan jika mau
belajar . namun harus bisa memanfaatkannya dengan baik sehingga tidak akan
merugikan diri sendiri.
Metode ilmiah adalah pengkajian dalam
mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut. menggunakan langkah atau
prinsip dalam menjalankan agar menjadi sistematis, teratur dan terkontrol.
Tahapan-tahapan metode ilmiah adalah sebagai berikut :
1.
merumuskan
masalah
rumusan
masalahbiasa muncul karena adanya pengamatan dari gejala-gejala atau peristiwa
yang berada di ligkungan.
2.
Mengumpulkan
data
Mengumpulkan
data bisa dengan berbagai cara. Misalnya kajian pustaka, observasi.
3.
Merumuskan
kipotesis
Yaitu
membuat jaawaban sementara yang disusun berdasarkan data-data yang diperoleh.
4.
Menarik
kesimpulan harus berdasarkan analisis data
Oleh
sebab itu, agr dapat menarik kesimpulan dibutuhkan fakta-fakta yang cukup.
5.
Kesimpulan
Kesimpulan
yang sudah diterima dianggap sebagian dari pengetahuan ilmiah.
DAFTAR PUSTAKA
Spaja
S. Juhaya, filsafat dan metologi ilmu dalam islam, teraju : jakarta
selatan,2002
Saputra
Wahadin, pengantar ilmu dakwah, Rajawali ; jakarta, 2011
Tidak ada komentar :
Posting Komentar