Senin, 25 Juli 2016

Agama Islam


Agama adalah realitas pengalaman manusia dimana dapat diamati dalam aktivitas kehidupan keagamaan, yang meliputi aspek-aspek kepercayaan, ibadah, pengelompokan umat,dan emosi keagamaan. Petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, terdapat di dalam sumber ajarannya. Agama mengajarkan kehidupan yang dinamis  dan progresif, menghargai akal fikiran melalui pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual.
Agama mengembangkan kepeduliaan sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokrasi, berorientasi pada kualitas, mengutamakan persaudaraan, berahlak mulia, dan alam sekitar.
Agama adalah risalah yang disampaikan Allah kepada para nabi-Nya untuk memberi peringatan kepada umat manusia. Memberi petunjuk sebagai hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan manusia dalam menyelenggarakan tata hidup yang nyata. Mengatur tanggung jawab kepada Allah, kepada masyarakat, dan alam sekitarnya.
Berikut adalah penjelasan  tentang islam:

1.    Pengertian Agama Islam
Agama secara etimologi berasal dari bahasa Arab yaitu din yang berarti undang-undang, peraturan atau hukuman sedangkan dalam bahasa arab berarti menguasai, menundukan, patuh, utang, balasan, dan kebiasaan. Sedangkan dari bahasa inggris yaitu religi, dan dalam bahas latinnya  relegere yang berarti mengumpulkan dan membaca, selain itu juga dipahami sebagai suatu pengikat bagi kehidupan manusia. Sedang arti dari agama itu sendiri, agama berasal dari sansakerta yaitu a dan gam. A artinya tidak dan gam artinya pergi. Jadi karakteristik tersebut bermakna tidak pergi yang berarti tetap di tempat. Lebih jelasnya agama menurut bahasa adalah peraturan-peraturan, ajaran-ajaran, kumpulan-kumpulan hukum yang turun temurun dan ditentukan oleh adat kebiasaan.[1]
Sedangkan secara istilah menurut Taib Thair Abd. Muin mendenifisikan agama sebagai sesuatu peraturan Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang memiliki akal untuk berkehendak dan pilihannya sendiri mengikuti peraturan, guna mencapai kebahagiaan dunia dan akherat (Mu’in, 1986:121).[2]
Dan definisi dari agama islam adalah satu sistem akidah dan tata kaidah yang mengatur segala perikehidupan manusia dalam berbagai hubungan, baik hubungan antara manusia dengan tuhannya, atau manusia dengan sesamanya, dan hubungan manusia dengan alam. Atau secara garis besar terdiri dari akidah dan syariah (yang meliputi ibadah dalam arti khusus dan muamalah dalam arti luas).[3]
Sedangkan definisi Agama Islam menurut A. Gaffar Ismail, yaitu agama yang dibawa oleh Muhammad saw, yang berisi kelengkapan dari pelajaran-pelajaran meliputi kepercayaaan, seremoni peribadahan, tata tertib kehidupan pribadi, tat tertib pergaulan hidup, peraturan-peraturan Tuhan, pembangun budi pekerti yang utama, dan menjelaskan rahasia penghidupan yang kedua (akhirat). (Apakah Islam Itu, Mimbar Agama, No.1, Tahun 1, 17 juni 1950, hlm. 37-40)

2.    Fungsi Agama
Beberapa fungsi agama dapt diketahui adalah bahwa dengan beragama maka individu akan mendapatkan kebahagiaan. Menurut Nasution (1979:88)[4] fungsi agama dapat dirinci sebagai berikut :
a.    Agama merupakan sumber moral
b.    Agama merupakan pedoman dan petunjuk kebenaran.
c.    Agama sebagai pandangan dan bimbingan.
d.   Agama sebagai jalan hidup.
e.    Agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.
f.     Agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik dikala suka, maupun duka.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan manusia membutuhkan Agama[5]. Diantaranya yaitu sebagai berikut :
a.    Faktor Kondisi Manusia. kondisi manusia terdiri dari dua unsur yaitu jasmani dan rohani. Unsur jasmani membutuhkan pemenuhan yang bersifat fisik, yaitu makan, minum, bekerja-istirahat yang cukup dan olahraga. Sedangkan kebutuhan rohani adalah pendidikan agama, budi pekerti, kepuasan, kasih sayang, dan segala kebutuhan rohani yang seimbang.
b.    Faktor Status Manusia. Allah menciptakan manusia lengkap dengan berbagai kesempurnaan, yaitu kesempuaan akal dan fikiran, kemuliaan dan berbagai kelebihan lainnya. Allah berfiman dalam QS. At-Tin ayat 4:
 “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
c.    Faktor Struktur Dasar Kepribadian Manusia. Dilihat dari struktur dasar kepribadian manusia, maka disitu pula lah dapat dilihat kebutuhan manusia itu terhadap agama. Dalam teori psikologi-analisis Sigmun Freud yaitu: yang pertama Aspek das es, yaitu aspek biologis (jasmani dan rohani). Yang kedua, aspek das ich, yaitu aspek psikis. Dan yang ketiga, aspek das uber ich, yaitu aspek sosiologis.[6]

3.    Komponen dan Ruang Linkup Ajaran Agama Islam
A.  Komponen Ajaran Islam
Ada tiga komponen utama dalam ajaran agama Islam yaitu: iman, islam, dan ihsan (Yazid, 2010:17). Iman adalah menyakini denagan hati, mengucapkan dengan lisan serta mambuktikannya dengan amal perbuatan. Keyakinan memiliki beberapa tahap : yang pertama, yaitu Ilmu yaqin, ialah berupa ilmu pengetahuan yang menimbulkan keyakinan. Yang kedua, adalah Ainul mata yaitu berupa pengamatan dengan indra mata sendiri tehadap sesuatu sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat. Dan yang ketiga, ialah Haqqul yaqin, berupa keyakianan yang ditimbulkan oleh adanya hakikat sesuatu.[7]
Islam dalam arti khusus adalah arkanul Islam, rukun Islam yang ada lima yaitu : syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Islam dalam arti luas adalah dinul Islam, yang tertera dalam QS Ali-Imran ayat 85 :
 “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[8] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”
Dan Ihsan dalam arti khusus sering disamakan dengan ahlak, yaitu tingkah laku dan budi pekerti yang baik menurut islam. Sedangkan ihsan dalam arti luas  sama dengan dinul islam yang pada garis besarnya terdiri dari akidah dan ibadah dalam arti yang luas.[9]

B.  Ruang Lingkup Ajaran Agama Islam
Hal ini berkaitan dengan pola hubungan ketuhanan dan kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia. Ruang lingkup itu sendiri terduiri dari :
1)   Hubungan manusia dengan Allah saw. merupakan hubungan vertikal, sebagai bentuk pengabdian dan kepatuhan terhadap segala ketentuan yang telah digariskan oleh Allah.[10] Seperti yang terdapat dalam QS Adz Dzaariyat ayat 56 : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
2)   Hubungan manusia dengan manusia. Merupakan hubungan antara individu denagan individu lain atau masyarakat seperti yang telah di perintahkan Allah dalam QS Al Maidah ayat 2 :
 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah[11], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram[12], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[13], dan binatang-binatang qalaa-id[14], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[15] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
3)   Hubungan manusia dengan mahluk ciptaan Allah atau lingkungannya. Artinya manusia bebas memanfaatkan alam, mengelolah alam, menjaga serta merawat lingkungan. Itu semua termasuk kewjiban manusia.

4.    Karakteristik Ajaran Agama Islam
Karakteristik ajaran islam diartikan sebagai ciri-ciri, kekhususan, keistimewaan, karakter ataupun kepribadian dari ajaran itu sendiri. Adapun karakteristik ajaran agama islam yaitu sebagai berikut :
a.    Rabbaniyah, merupakan karakter khas islam bahwa islam adalah agama yang bersumber dari Allah saw.
b.    Insaniyah, islam adalah agama yang diturunkan untuk manusia, karena itu islam merupakan satu-satunya ajaran yang cocok dengan fitrah manusia.
c.    Tawazun, ajaran agama islam menempatkan seluruh aspek kehidupan secara seimbang. Seperti yang dijelaskan dalam QS Ar Rumm ayat 30 :
  Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[16]
d.   Al Wadhuh, yaitu kejelasan konsep yang dapat dilihat dari kaidah hukum yang gamblang, kejelasan materi, kejelasan konsep beribadah, kejelasan konsep ukhuwah, dan kejelasan konsep.
e.    Syumuliyah, islam merupakan agama universal intergralistik artinya islam sebagai ajaran mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia.
f.     Al Wasathiyah, islam adalah agama yang meletakan persoalan tidak hanya satu aspek tertentu, melainkan meletakan dasar ketentuan kehidupan secara seimbang.
g.    Waqi’iyyah, islam adalah agama yang realistis namun tidak idealis. Islam merupakan agama yang dapat dijalani atau diamalkan oleh seluruh lapisan umat manusia.[17]
Sedangkan dalam bidang kehidupan agama islam mempunyai beberapa karakteristik yaitu sebagai berikut :
a.    Bidang Ilmu dan Kebudayaan, kebudayaan islam berarti menyaring kebudayaan yang tidak melenceng dari ajaran islam. Karakteristik ajaran agama islam dalam bidang ilmu pengetahuan dijelaskan dalam QS Al Alaq ayat 1--5 yang artinya :  “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal dara, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[18], Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Hal itu merupakan salah satu cara yang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dengan cara menggunakan akalnya untuk berfikir dan merenung.
b.    Bidang Sosial, dalam bidang ini agama islam menjunjung tingggi sifat tolong-menolong, saling menasehati tentang hak dan kesabaran, kesetiakawanan, kesamaan derajat, tenggang rasa, dan kebersamaan.[19] Seperti yang di firmankan Allah dalam QS Al-Hujurat ayat 13 :
 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
c.    Bidang Ekonomi, pandangan islam mengenai kehidupan di bidang ekonomi itu dicerminkan dakam ajaran fiqih yang menjelaskan tentang bagaimana menjalankan suatu usaha ataupun ajaran islam mengenai berzakat juga dalam konteks ekonomi.
d.   Bidang Kesehatan, islam sangat memperhatikan kesehatan dengan cara : pertama, mengajak dan menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Yang kedua, mempertahankan kesehatan yang dimiliki seseorang agar tetap sehat.
e.    Bidang Politik, yaitu islam menghendaki suatu ketaatan kritis, yaitu ketaatan didasarkan pada kebenaran dari Allah dan Rasulnya maka wajib ditaati.
f.     Bidang Pekejaan, islam memandang bahwa kerja sebagai ibadah kepada Allah SWT, dan kerja bermanfaat bagi orang lain. Islam tidak menekankan pada banyaknya pekerjaan, tetapi pada kualitas mafaat kerja. Untuk menghasilkan produk pekerjaan yang bermutu, islam memandang kerja yang dilakukan harus kerja yang profesional, yakni kerja yang ditunjang oleh ilmu pengetahuan, keahlian, pengalaman, kesungguhan, dan kualitas.

5.    Sumber Hukum Ajaran  Agama Islam
Dikalangan ulama sepakat bahwa sumber ajaran agama islam paling utama adalah Alquran dan sunah/hadits, sedangkan sumber yang ketiga yaitu akal atau penalaran menjadi alat untuk memahami dan menjelaskan keberadaan Alquran dan sunah. Berikut adalah penjelasan dari sumber ajaran agama islam :
Al Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan oleh-Nya melalui perantara malaikat Jibril ke dalam hati Rasulullah Muhammad bin Abdullah dengan lafazh yang berbahasa arab dan makna-maknanya yang benar, untuk menjadi hujjah bagi Rasul atas pengakuanya sebagai Rasulullah, menjadi undang-undang bagi manusia yang mengikuti petunjukanya, dan menjadi qurban di mana mereka beribadah dengan membacanya.
Kandungan yang terdapat dalam Alquran adalah tauhid atau keimanan yang merupakan kunci dari agama islam, syariat merupakan ketetapan hukum, janji dan ancaman, sejarah nabi, rasul dan orang dahulu, dan keilmuan.
Hadits adalah sesuatu yang disandarkan kepada nabi baik ucapan, perbuatan, maupun ketetapan namun jarang dikerjakan oleh nabi. Sedangkan sunah adalah sesuatu yang didasarkan nabi, sehingga sesuatu itu lebih banyak dikerjakan oleh nabi dari pada ditinggalkan.
Dan definisi dari Rakyu adalah nilai atau aturan dan norma tambahan yang digunakan sebagai sumber hukum, yang diperoleh berdasarkan hasil penglihatan, pemikiran dan kesepakatan para ulama.[20]

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Yatimi. 2006. Studi Islam Kontemporer. Jakarta: Amzah.
Asy-Sya’rawi Mutawalli. 1994. Keagungan Islam. Jakarta: Granada Nadia.
Hasanah Hasyim. 2013. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Saifudin Anshari Endang. 2004. Wawasan Islam. Jakarta: Gema Insani Press.

Semoga bermanfaat JJ







[1] Hasyim Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013,  hlm 1-2
[2] Ibid,  hlm 3
[3] Endang Saifudin Anshari, Wawasan Islam, Jakarta : 2004, hlm 39
[4] Hasyim Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013,  hlm 16
[5] Yatimin Abdullah, Studi Islam Kontoporer, Jakarta : 2006, hlm 39
[6] Yatimin Abdullah, Studi Islam Kontoporer, Jakarta : 2006, hlm 41
[7] Syekh M.Mutawalli Asy-Sya’rawi, Keagungan Islam, Jakarta : 1994, Hlm 46
[8] Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.
[9] Endang Saifudin Anshari, Wawasan Islam, Jakarta : 2004, hlm 37
[10] Hasyim Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013,  hlm 24
[11] Syi'ar Allah ialah: segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat mengerjakannya.
[12] maksudnya ialah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu.
[13] Ialah: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke Ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji
[14] Ialah: binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah
[15] Dimaksud dengan karunia ialah: keuntungan yang diberikan Allah dalam perniagaan. Keredhaan dari Allah ialah: pahala amalan haji.
[16] Fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.
[17] Hasyim Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013,  hlm 47-48
[18] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
[19] Yatimin Abdullah, Studi Islam Kontoporer, Jakarta : 2006, hlm 32
[20] Hasyim Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013,  hlm 42-43

Tidak ada komentar :