Agama adalah realitas pengalaman
manusia dimana dapat diamati dalam aktivitas kehidupan keagamaan, yang meliputi
aspek-aspek kepercayaan, ibadah, pengelompokan umat,dan emosi keagamaan.
Petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, terdapat di dalam sumber
ajarannya. Agama mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progresif, menghargai akal fikiran
melalui pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi bersikap seimbang dalam
memenuhi kebutuhan material dan spiritual.
Agama mengembangkan kepeduliaan
sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokrasi, berorientasi pada
kualitas, mengutamakan persaudaraan, berahlak mulia, dan alam sekitar.
Agama adalah risalah yang
disampaikan Allah kepada para nabi-Nya untuk memberi peringatan kepada umat
manusia. Memberi petunjuk sebagai hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan
manusia dalam menyelenggarakan tata hidup yang nyata. Mengatur tanggung jawab
kepada Allah, kepada masyarakat, dan alam sekitarnya.
Berikut adalah penjelasan tentang islam:
1.
Pengertian Agama Islam
Agama secara etimologi berasal dari
bahasa Arab yaitu din yang berarti undang-undang, peraturan atau hukuman
sedangkan dalam bahasa arab berarti menguasai, menundukan, patuh, utang,
balasan, dan kebiasaan. Sedangkan dari bahasa inggris yaitu religi, dan
dalam bahas latinnya relegere yang
berarti mengumpulkan dan membaca, selain itu juga dipahami sebagai suatu
pengikat bagi kehidupan manusia. Sedang arti dari agama itu sendiri, agama
berasal dari sansakerta yaitu a dan gam. A artinya tidak dan gam
artinya pergi. Jadi karakteristik tersebut bermakna tidak pergi yang
berarti tetap di tempat. Lebih jelasnya agama menurut bahasa adalah
peraturan-peraturan, ajaran-ajaran, kumpulan-kumpulan hukum yang turun temurun
dan ditentukan oleh adat kebiasaan.[1]
Sedangkan secara istilah menurut
Taib Thair Abd. Muin mendenifisikan agama sebagai sesuatu peraturan Tuhan yang
mendorong jiwa seseorang yang memiliki akal untuk berkehendak dan pilihannya
sendiri mengikuti peraturan, guna mencapai kebahagiaan dunia dan akherat
(Mu’in, 1986:121).[2]
Dan definisi dari agama islam adalah
satu sistem akidah dan tata kaidah yang mengatur segala perikehidupan manusia
dalam berbagai hubungan, baik hubungan antara manusia dengan tuhannya, atau
manusia dengan sesamanya, dan hubungan manusia dengan alam. Atau secara garis
besar terdiri dari akidah dan syariah (yang meliputi ibadah dalam arti khusus
dan muamalah dalam arti luas).[3]
Sedangkan definisi Agama Islam
menurut A. Gaffar Ismail, yaitu agama yang dibawa oleh Muhammad saw, yang
berisi kelengkapan dari pelajaran-pelajaran meliputi kepercayaaan, seremoni
peribadahan, tata tertib kehidupan pribadi, tat tertib pergaulan hidup,
peraturan-peraturan Tuhan, pembangun budi pekerti yang utama, dan menjelaskan
rahasia penghidupan yang kedua (akhirat). (Apakah Islam Itu, Mimbar Agama,
No.1, Tahun 1, 17 juni 1950, hlm. 37-40)
2.
Fungsi Agama
Beberapa fungsi agama dapt diketahui
adalah bahwa dengan beragama maka individu akan mendapatkan kebahagiaan.
Menurut Nasution (1979:88)[4]
fungsi agama dapat dirinci sebagai berikut :
a.
Agama
merupakan sumber moral
b.
Agama
merupakan pedoman dan petunjuk kebenaran.
c.
Agama
sebagai pandangan dan bimbingan.
d.
Agama
sebagai jalan hidup.
e.
Agama
merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.
f.
Agama
memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik dikala suka, maupun duka.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan
manusia membutuhkan Agama[5].
Diantaranya yaitu sebagai berikut :
a.
Faktor
Kondisi Manusia. kondisi manusia terdiri dari dua unsur yaitu jasmani dan
rohani. Unsur jasmani membutuhkan pemenuhan yang bersifat fisik, yaitu makan,
minum, bekerja-istirahat yang cukup dan olahraga. Sedangkan kebutuhan rohani
adalah pendidikan agama, budi pekerti, kepuasan, kasih sayang, dan segala
kebutuhan rohani yang seimbang.
b.
Faktor
Status Manusia. Allah menciptakan manusia lengkap dengan berbagai kesempurnaan,
yaitu kesempuaan akal dan fikiran, kemuliaan dan berbagai kelebihan lainnya.
Allah berfiman dalam QS. At-Tin ayat 4:
“sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
c.
Faktor
Struktur Dasar Kepribadian Manusia. Dilihat dari struktur dasar kepribadian
manusia, maka disitu pula lah dapat dilihat kebutuhan manusia itu terhadap
agama. Dalam teori psikologi-analisis Sigmun Freud yaitu: yang pertama Aspek das
es, yaitu aspek biologis (jasmani dan rohani). Yang kedua, aspek das ich,
yaitu aspek psikis. Dan yang ketiga, aspek das uber ich, yaitu aspek
sosiologis.[6]
3.
Komponen dan Ruang Linkup Ajaran Agama Islam
A.
Komponen
Ajaran Islam
Ada tiga komponen utama dalam ajaran
agama Islam yaitu: iman, islam, dan ihsan (Yazid, 2010:17). Iman adalah
menyakini denagan hati, mengucapkan dengan lisan serta mambuktikannya dengan
amal perbuatan. Keyakinan memiliki beberapa tahap : yang pertama, yaitu Ilmu
yaqin, ialah berupa ilmu pengetahuan yang menimbulkan keyakinan. Yang
kedua, adalah Ainul mata yaitu berupa pengamatan dengan indra mata
sendiri tehadap sesuatu sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat. Dan yang
ketiga, ialah Haqqul yaqin, berupa keyakianan yang ditimbulkan oleh
adanya hakikat sesuatu.[7]
Islam dalam arti khusus adalah
arkanul Islam, rukun Islam yang ada lima yaitu : syahadat, sholat, puasa,
zakat, dan haji. Islam dalam arti luas adalah dinul Islam, yang tertera dalam
QS Ali-Imran ayat 85 :
“Sesungguhnya agama (yang
diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah
diberi Al Kitab[8]
kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada)
di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka
sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”
Dan Ihsan dalam arti khusus sering
disamakan dengan ahlak, yaitu tingkah laku dan budi pekerti yang baik menurut
islam. Sedangkan ihsan dalam arti luas
sama dengan dinul islam yang pada garis besarnya terdiri dari akidah dan
ibadah dalam arti yang luas.[9]
B.
Ruang
Lingkup Ajaran Agama Islam
Hal ini berkaitan dengan pola
hubungan ketuhanan dan kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia. Ruang lingkup
itu sendiri terduiri dari :
1)
Hubungan
manusia dengan Allah saw. merupakan hubungan vertikal, sebagai bentuk
pengabdian dan kepatuhan terhadap segala ketentuan yang telah digariskan oleh
Allah.[10]
Seperti yang terdapat dalam QS Adz Dzaariyat ayat 56 : “Dan aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
2)
Hubungan
manusia dengan manusia. Merupakan hubungan antara individu denagan individu
lain atau masyarakat seperti yang telah di perintahkan Allah dalam QS Al Maidah
ayat 2 :
“Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah[11],
dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram[12],
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[13],
dan binatang-binatang qalaa-id[14],
dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang
mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[15]
dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan
janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka
menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada
mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah
kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
3)
Hubungan
manusia dengan mahluk ciptaan Allah atau lingkungannya. Artinya manusia bebas
memanfaatkan alam, mengelolah alam, menjaga serta merawat lingkungan. Itu semua
termasuk kewjiban manusia.
4.
Karakteristik Ajaran Agama Islam
Karakteristik ajaran islam diartikan
sebagai ciri-ciri, kekhususan, keistimewaan, karakter ataupun kepribadian dari
ajaran itu sendiri. Adapun karakteristik ajaran agama islam yaitu sebagai
berikut :
a.
Rabbaniyah, merupakan karakter khas islam bahwa islam adalah agama yang
bersumber dari Allah saw.
b.
Insaniyah, islam adalah agama yang diturunkan untuk manusia, karena itu islam
merupakan satu-satunya ajaran yang cocok dengan fitrah manusia.
c.
Tawazun, ajaran agama islam menempatkan seluruh aspek kehidupan secara
seimbang. Seperti yang dijelaskan dalam QS Ar Rumm ayat 30 :
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah;
(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui[16]”
d.
Al
Wadhuh, yaitu kejelasan konsep yang dapat
dilihat dari kaidah hukum yang gamblang, kejelasan materi, kejelasan konsep
beribadah, kejelasan konsep ukhuwah, dan kejelasan konsep.
e.
Syumuliyah, islam merupakan agama universal intergralistik artinya islam
sebagai ajaran mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia.
f.
Al
Wasathiyah, islam adalah agama yang meletakan
persoalan tidak hanya satu aspek tertentu, melainkan meletakan dasar ketentuan
kehidupan secara seimbang.
g.
Waqi’iyyah, islam adalah agama yang realistis namun tidak idealis. Islam
merupakan agama yang dapat dijalani atau diamalkan oleh seluruh lapisan umat
manusia.[17]
Sedangkan dalam bidang kehidupan
agama islam mempunyai beberapa karakteristik yaitu sebagai berikut :
a.
Bidang
Ilmu dan Kebudayaan, kebudayaan islam berarti menyaring kebudayaan yang tidak
melenceng dari ajaran islam. Karakteristik ajaran agama islam dalam bidang ilmu
pengetahuan dijelaskan dalam QS Al Alaq ayat 1--5 yang artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu
Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal dara, Bacalah,
dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran
kalam[18],
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Hal itu merupakan salah satu cara
yang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dengan cara menggunakan akalnya untuk
berfikir dan merenung.
b.
Bidang
Sosial, dalam bidang ini agama islam menjunjung tingggi sifat tolong-menolong,
saling menasehati tentang hak dan kesabaran, kesetiakawanan, kesamaan derajat,
tenggang rasa, dan kebersamaan.[19]
Seperti yang di firmankan Allah dalam QS Al-Hujurat ayat 13 :
“Hai manusia,
sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah
ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Mengenal.”
c.
Bidang
Ekonomi, pandangan islam mengenai kehidupan di bidang ekonomi itu dicerminkan
dakam ajaran fiqih yang menjelaskan tentang bagaimana menjalankan suatu usaha
ataupun ajaran islam mengenai berzakat juga dalam konteks ekonomi.
d.
Bidang
Kesehatan, islam sangat memperhatikan kesehatan dengan cara : pertama, mengajak
dan menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Yang kedua, mempertahankan
kesehatan yang dimiliki seseorang agar tetap sehat.
e.
Bidang
Politik, yaitu islam menghendaki suatu ketaatan kritis, yaitu ketaatan
didasarkan pada kebenaran dari Allah dan Rasulnya maka wajib ditaati.
f.
Bidang
Pekejaan, islam memandang bahwa kerja sebagai ibadah kepada Allah SWT, dan
kerja bermanfaat bagi orang lain. Islam tidak menekankan pada banyaknya
pekerjaan, tetapi pada kualitas mafaat kerja. Untuk menghasilkan produk
pekerjaan yang bermutu, islam memandang kerja yang dilakukan harus kerja yang
profesional, yakni kerja yang ditunjang oleh ilmu pengetahuan, keahlian,
pengalaman, kesungguhan, dan kualitas.
5.
Sumber Hukum Ajaran Agama
Islam
Dikalangan ulama sepakat bahwa
sumber ajaran agama islam paling utama adalah Alquran dan sunah/hadits,
sedangkan sumber yang ketiga yaitu akal atau penalaran menjadi alat untuk
memahami dan menjelaskan keberadaan Alquran dan sunah. Berikut adalah penjelasan
dari sumber ajaran agama islam :
Al Qur’an adalah kalam Allah yang
diturunkan oleh-Nya melalui perantara malaikat Jibril ke dalam hati Rasulullah
Muhammad bin Abdullah dengan lafazh yang berbahasa arab dan makna-maknanya yang
benar, untuk menjadi hujjah bagi Rasul atas pengakuanya sebagai Rasulullah,
menjadi undang-undang bagi manusia yang mengikuti petunjukanya, dan menjadi
qurban di mana mereka beribadah dengan membacanya.
Kandungan yang terdapat dalam
Alquran adalah tauhid atau keimanan yang merupakan kunci dari agama islam,
syariat merupakan ketetapan hukum, janji dan ancaman, sejarah nabi, rasul dan
orang dahulu, dan keilmuan.
Hadits adalah sesuatu yang
disandarkan kepada nabi baik ucapan, perbuatan, maupun ketetapan namun jarang
dikerjakan oleh nabi. Sedangkan sunah adalah sesuatu yang didasarkan nabi,
sehingga sesuatu itu lebih banyak dikerjakan oleh nabi dari pada ditinggalkan.
Dan definisi dari Rakyu adalah nilai
atau aturan dan norma tambahan yang digunakan sebagai sumber hukum, yang diperoleh
berdasarkan hasil penglihatan, pemikiran dan kesepakatan para ulama.[20]
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah
Yatimi. 2006. Studi Islam Kontemporer. Jakarta: Amzah.
Asy-Sya’rawi
Mutawalli. 1994. Keagungan Islam. Jakarta: Granada Nadia.
Hasanah
Hasyim. 2013. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Saifudin
Anshari Endang. 2004. Wawasan Islam. Jakarta: Gema Insani Press.
Semoga bermanfaat JJ
[1] Hasyim
Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013, hlm 1-2
[2] Ibid, hlm 3
[3] Endang
Saifudin Anshari, Wawasan Islam, Jakarta : 2004, hlm 39
[4] Hasyim
Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013, hlm 16
[5] Yatimin
Abdullah, Studi Islam Kontoporer, Jakarta : 2006, hlm 39
[6] Yatimin
Abdullah, Studi Islam Kontoporer, Jakarta : 2006, hlm 41
[7] Syekh
M.Mutawalli Asy-Sya’rawi, Keagungan Islam, Jakarta : 1994, Hlm 46
[8]
Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.
[9] Endang
Saifudin Anshari, Wawasan Islam, Jakarta : 2004, hlm 37
[10] Hasyim
Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013, hlm 24
[11]
Syi'ar Allah ialah: segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan
tempat-tempat mengerjakannya.
[12]
maksudnya ialah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu.
[13] Ialah:
binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke Ka'bah untuk
mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah haram dan dagingnya
dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji
[14] Ialah:
binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu
telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah
[15]
Dimaksud dengan karunia ialah: keuntungan yang diberikan Allah dalam
perniagaan. Keredhaan dari Allah ialah: pahala amalan haji.
[16] Fitrah Allah:
maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama
yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu
tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh
lingkungan.
[17] Hasyim
Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013, hlm 47-48
[18]
Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
[19] Yatimin
Abdullah, Studi Islam Kontoporer, Jakarta : 2006, hlm 32
[20] Hasyim
Hasanah, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: 2013, hlm 42-43
Tidak ada komentar :
Posting Komentar