Maqamat dalam Tasawuf
Maqammat adalah kata jamak dari
maqam, diartikn sebagai jalan spiritual yang harus dilalui para sufi dalam
mencapai tujuan luhurnya, melalui proses pensucian jiwa terhadap kecenderungan
materi agar kembali ke jalan Tuhan. Definisi ini menurut terminologi sufistik
diartikan sebagai tempat atau martabat seorang hamba dihadapan Allah pada saat
ia berdiri menghadap kepadanya ia merupakan proses training, melatih diri dalam
hidup keruhanian (riyadhah), latihan memerangi hawa nafsu (mujahadah), dan
melepaskan kegiatan duni untuk semata-mata berbakti kepaa Allah. Hal ini senada
dengan pendapat al-Qusyairi, bahwa maqam merupakan pengalaman puncak yang
terjadi pada hamba Allah berkat ketinggian martabatnya sebagai hasil dari
riyadhah yang dilakukan.
Macm-macam
maqam dalam tasawuf yang dijalani kaum sufi umumnya antara lain:
a.
Tobat
Dalam
ajaran tasawuf tobat termasuk sebagai maqam pertama yang harus dilalui dan
dijalani oleh kaum sufi. Kebanyakan kaum sufi menjadikan tobat sebagai awal
dijalan menuju Allah. Dimana tobat merupakan memiliki pengertian yaitu
menyadari kesalahan sepenuh hati dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
b.
Wara’
Wara’
yaitu menjauhi atau meninggalkan segala hal yang belum jelas haram dan halalnya
serta orang yang menjaga marwah (harga
diri). Hal ini berlaku dalam segala hal atau aktfitas kehidupan manusia seperti
makanan, minuman, pakaian, pembicaraan, perjalanan dan lain-lain.
c.
Zuhud
Zuhud
pada dasarnya adalah tidak tama atau tidak ingin mengutamakan kesenangan
duniawi. Jadi dapat disimpulkan bahwa zuhud merupakan maqam yang bertujuan
menjauhkan diri dari apapun yang memalingkan diri dari Allah.
d.
Faqr (fakir)
Dapat berarti sebagai kekurangan yang diperlukan
seseorang dalam menjalani kehidupan di dunia. karena kekayaan/harta
memungkinkan manusia dekat pada kejahatan dan membuat jiwa menjai lupa pada
Allah. Maka dapat disimpulkan bahwa fakir adalah golongan yang telah
memalingkan setiap pikiran dan harapan yang akan memisahkan dari Allah atau
penyucian hati secara keseluruhan terhadap apa yang membuat jauh dari Tuhan.
e.
Sabar
Dalam
islam mengendalikan diri untuk laku sabar merupakan tiang bagi akhlak mulia.
Dalam tasawuf sabar dijadikan satu maqam sesudah maqam faqr karena persyaratan
untuk bias konsentrasi dalam dzikir orang harus bisa mencapai faqr. Tentu
hidunya akan dilanda berbagai macam rintangan, oleh karena itu harus melangkah
ke maqam sabar. Dimana sabar memiliki npengertian yaitu menahan diri dari nafsu
dan amarah.
f.
Rela (ridha)
Rela
atau ridho berarti menerima denfan rasa puas terhadap apa yang dianugrahkan
Allah. Dan orang yang rela mampu menerima dan melihat hikmah dn kebaikan
dibalik cobaan yang diberikan Allah. Dan tidak berburuk sangka terhaap
ketentuannya.
g.
Tawakal
Dalam
syariat islam diajarkan bahwa tawakal dilakukan segala daya dan upaya dan
ikhtiyar dijalankanya. Tasawuf menjadikan maqam tawakal sebagai wasilah atau
sebagai tangga untuk memalingkan hati manusia agar tidakn memikirkan keduniaan
serta apa saja selain Allah twakaln
merupakan keteguhan hati dalam menggantungkan diri hanya kepada Allah. Serta
berhenti memikirkan diri sendiri dan merasa memiliki daya dan kekuatan.
Seseorang
tidak dapat beranjak dari satu maqam ke maqam lain sebelum ia memenuhi semua
persyaratan yang ada pada maqam tersebut. Sebagaimana digambarkan Al-Qusyairia
bahwa seseorang belum sepenuhnya qonaah tidak bisa mencapai tawakal dan barang
siapa yang belum sepenuhnya tawakal tidak bisa sampai taslim. Barang siapa
belum sepenuhnya taubah tidak bisa sampai inabat dan barang siapa belum
sepenuhnya wara’ tidak bisa mencapai zuhud dan begitu seterusnya
Tidak ada komentar :
Posting Komentar