Sabtu, 16 Juli 2016

Maqamat dalam Tasawuf

Maqamat dalam Tasawuf

Maqammat adalah kata jamak dari maqam, diartikn sebagai jalan spiritual yang harus dilalui para sufi dalam mencapai tujuan luhurnya, melalui proses pensucian jiwa terhadap kecenderungan materi agar kembali ke jalan Tuhan. Definisi ini menurut terminologi sufistik diartikan sebagai tempat atau martabat seorang hamba dihadapan Allah pada saat ia berdiri menghadap kepadanya ia merupakan proses training, melatih diri dalam hidup keruhanian (riyadhah), latihan memerangi hawa nafsu (mujahadah), dan melepaskan kegiatan duni untuk semata-mata berbakti kepaa Allah. Hal ini senada dengan pendapat al-Qusyairi, bahwa maqam merupakan pengalaman puncak yang terjadi pada hamba Allah berkat ketinggian martabatnya sebagai hasil dari riyadhah yang dilakukan.
   Macm-macam maqam dalam tasawuf yang dijalani kaum sufi umumnya antara lain:
a.    Tobat
Dalam ajaran tasawuf tobat termasuk sebagai maqam pertama yang harus dilalui dan dijalani oleh kaum sufi. Kebanyakan kaum sufi menjadikan tobat sebagai awal dijalan menuju Allah. Dimana tobat merupakan memiliki pengertian yaitu menyadari kesalahan sepenuh hati dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
b.    Wara’
Wara’ yaitu menjauhi atau meninggalkan segala hal yang belum jelas haram dan halalnya serta  orang yang menjaga marwah (harga diri). Hal ini berlaku dalam segala hal atau aktfitas kehidupan manusia seperti makanan, minuman, pakaian, pembicaraan, perjalanan dan lain-lain.
c.    Zuhud
Zuhud pada dasarnya adalah tidak tama atau tidak ingin mengutamakan kesenangan duniawi. Jadi dapat disimpulkan bahwa zuhud merupakan maqam yang bertujuan menjauhkan diri dari apapun yang memalingkan diri dari Allah.
d.   Faqr (fakir)
Dapat  berarti sebagai kekurangan yang diperlukan seseorang dalam menjalani kehidupan di dunia. karena kekayaan/harta memungkinkan manusia dekat pada kejahatan dan membuat jiwa menjai lupa pada Allah. Maka dapat disimpulkan bahwa fakir adalah golongan yang telah memalingkan setiap pikiran dan harapan yang akan memisahkan dari Allah atau penyucian hati secara keseluruhan terhadap apa yang membuat jauh dari Tuhan.
e.    Sabar
Dalam islam mengendalikan diri untuk laku sabar merupakan tiang bagi akhlak mulia. Dalam tasawuf sabar dijadikan satu maqam sesudah maqam faqr karena persyaratan untuk bias konsentrasi dalam dzikir orang harus bisa mencapai faqr. Tentu hidunya akan dilanda berbagai macam rintangan, oleh karena itu harus melangkah ke maqam sabar. Dimana sabar memiliki npengertian yaitu menahan diri dari nafsu dan amarah.
f.     Rela (ridha)
Rela atau ridho berarti menerima denfan rasa puas terhadap apa yang dianugrahkan Allah. Dan orang yang rela mampu menerima dan melihat hikmah dn kebaikan dibalik cobaan yang diberikan Allah. Dan tidak berburuk sangka terhaap ketentuannya.
g.    Tawakal
Dalam syariat islam diajarkan bahwa tawakal dilakukan segala daya dan upaya dan ikhtiyar dijalankanya. Tasawuf menjadikan maqam tawakal sebagai wasilah atau sebagai tangga untuk memalingkan hati manusia agar tidakn memikirkan keduniaan serta apa saja selain Allah  twakaln merupakan keteguhan hati dalam menggantungkan diri hanya kepada Allah. Serta berhenti memikirkan diri sendiri dan merasa memiliki daya dan kekuatan.

Seseorang tidak dapat beranjak dari satu maqam ke maqam lain sebelum ia memenuhi semua persyaratan yang ada pada maqam tersebut. Sebagaimana digambarkan Al-Qusyairia bahwa seseorang belum sepenuhnya qonaah tidak bisa mencapai tawakal dan barang siapa yang belum sepenuhnya tawakal tidak bisa sampai taslim. Barang siapa belum sepenuhnya taubah tidak bisa sampai inabat dan barang siapa belum sepenuhnya wara’ tidak bisa mencapai zuhud dan begitu seterusnya

Tidak ada komentar :